PEMBANGUNAN KESEHATAN
Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis. Pembangunan kesehatan di Indonesia pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara social dan ekonomis (Rachmat, 2013).
Todaro (2002) menyatakan bahwa pada dasarnya kesehatan merupakan salah satu aspek yang menentukan tinggi rendahnya standar hidup seseorang. Oleh karena itu, status kesehatan yang relatif baik dibutuhkan oleh manusia untuk menopang semua 78 aktivitas hidupnya. Maka untuk mencapai kondisi kesehatan yang baik tersebut dibutuhkan sarana kesehatan yang baik pula. Infrastuktur kesehatan merupakan salah satu faktor kunci dari tercapainya pembangunan kesehatan di Indonesia. Infrastuktur sanget jelas pentignnya. Adapun infrastruktur kesehatan yang dibutuhkan itu terbagi ke dalam infrastruktur kesehatan fisik dan infrastruktur kesehatan nonfisik. Infrastruktur fisik kesehatan meliputi bangunan rumah sakit, puskesmas, klinik, apotik obat, jalan raya, rel kereta api, bandara dan sebagainya. Sedangkan infrastruktur kesehatan nonfisik adalah ketersediaan tenaga medis di rumah sakit, puskesmas, klinik, aksebilitas dan sebagainya.
Usaha Kesehatan Berbasisi Masyarakat (UKBM) juga penting untuk dilaksanakan dan dikembangkan. Bentuk UKBM selain memerlukan kolaborasi dari berbagai tenaga kesehatan juga bisa mengikutsertakan masyarakat sebagai kader kesehatan. Mengikutsertakan masyarakat dalam kegiatan UKBM seperti posyandu, UKGMD, poslansia, posbindu menjadikan masyarakat aktif dan ikut serta dalam kegiatan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat. Selian itu, survey kesehatan dengan pendekatan keluarga juga penting untuk dilakukan.
Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. Pendekatan keluarga yang dimaksud dalam pedoman umum ini merupakan pengembangan dari kunjungan rumah oleh Puskesmas dan perluasan dari upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas), yang meliputi kegiatan berikut.1. Kunjungan keluarga untuk pendataan/pengumpulan data Profil Kesehatan Keluarga dan peremajaan (updating) pangkalan datanya.2. Kunjungan keluarga dalam rangka promosi kesehatan sebagai upaya promotif dan preventif.3. Kunjungan keluarga untuk menidaklanjuti pelayanan kesehatan dalam gedung.4. Pemanfaatan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga untuk pengorganisasian/ pemberdayaan masyarakat dan manajemen Puskesmas. Dalam pelaksanaan pendekatan keluarga ini tiga hal berikut harus diadakan atau dikembangkan, yaitu: Instrumen yang digunakan di tingkat keluarga, forum komunikasi yang dikembangkan untuk kontak dengan keluarga, serta keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra Puskesmas. Keterlibatan tenaga dari masyarakat sebagai mitra dapat diupayakan dengan menggunakan tenaga-tenaga berikut.
· Kader-kader kesehatan, seperti kader Posyandu, kader Posbindu, kader Poskestren, kader PKK, dan lain-lain.
· Pengurus organisasi kemasyarakatan setempat, seperti pengurus PKK, pengurus Karang Taruna, pengelola pengajian, dan lain-lain.
Upaya kesehatan gigi dalam upaya peningkatkan kesehatan yaitu dengan dibentuknya UKGMD dengan kegiatan promosi kesehatan gigi dan mulut serta pemeriksaan sederhana untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi dan mulut pasien. Selain itu, kegiatan UKGS juga penting dilakukan agar anak-anak usia sekolah dasar yang takut atau tidak mau memeriksakan giginya ke puskesmas dapat dilakukan tindakan sederhana di sekolah.
Sumber:
Rachmat, R H H. 2013. Percepatan Pembangunan Kesehatan di Indonesia. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta
Pohan M, Raja Halim. 2013. Analisis Ketersediaan Infrastruktur Kesehatan dan Aksebilitas terhadap Pembangunan Kesehatan Penduduk di Provinsi Sumatera Utara. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah. Sumatera Utara.
Kementerian Kesehatan Indonesia. 2017. Jurnal: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. https://www.depkes.go.id/article/view/17070700004/program-indonesia-sehat-dengan-pendekatan-keluarga.html
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi
Penyuluhan, Pemeriksaan gigi, dan Sikat gigi bersama
Pemeriksaan gigi pada ibu hamil
Afaf Agil Desember 05, 2019 New Google SEO Bandung, Indonesia
PENYEBAB DAN PENCEGAHAN KARIES GIGI
C. PENYEBAB KARIES GIGI
Banyak sekali faktor yang mempengaruhi terjadinya karies gigi diantaranya yaitu :
- Bakteri Streptococcus mutans dan lactobasilus merupakan kuman yang kariogenik karena mampu segera membuat asam dari karbohidrat yang dapat diragikan. Kuman-kuman tersebut dapat tumbuh subur dalam suasana asam dan dapat menempel pada permukaan gigi karena kemampuannya membuat polisakharida ekstra sel yang sangat lengket dari karbohidrat makanan. Polisakharida ini yang terutama terdiri dari polimer glukosa, menyebabkan matriks plak gigi mempunyai konsistensi seperti gelatin. Akibatnya bakteri- bakteri terbantu untuk melekat pada gigi serta saling melekat satu sama lain. Dan karena plak makin tebal maka hal ini akan menghambat fungsi saliva dalam menetralkan plak tersebut. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
- Karbohidrat makanan Karbohidrat dengan berat molekul yang rendah seperti gula akan segera meresap ke dalam plak dan dimetabolisme dengan cepat oleh bakteri. Dengan demikian makanan dan minuman yang mengandung gula akan menurunkan pH Plak dengan cepat sampai pada level yang dapat menyebabkan dimineralisasi email. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
- Plak Plak adalah suatu lapisan lengket yang merupakan kumpulan dari bakteri. Plak ini akan mengubah karbohidrat atau gula yang berasal dari makanan menjadi asam cukup kuat yang cukup merusak gigi. ( Ardyan Gilang Ramadhan, 2010 ).Plak atau Debris merupakan penyebab utama Karies.(Dentika Dental Journal, Vol I 2002). Pembuangan plak akan membantu pencegahan Karies Cara yang dilakukan adalah menghilangkan tumpukan plak pada sekitar permukaan gigi serta jaringan sekitar gigi. .( T.R. Pitt Ford1993 ). Plak yang mengandung bakteri merupakan awal bagi terbentuknya karies . Oleh karena itu kawasan gigi yang memudahkan pelekatan plak sangat mungkin diserang karies. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
- Waktu Adanya kemampuan Saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama berlangsungnya proses karies, menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri atas periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti. Oleh karen itu, bila saliva ada di dalam lingkungan gigi, maka karies tidak menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun. Dengan demikian sebenarnya terdapat kesempatan yang baik untuk menghentikan penyakit ini. ( Edwina A.M.Kidd,1992 ).
Menurut Mansjoer (2009), penatalaksanaan pencegahan karies gigi dilakukan dengan:
- Perawatan mulut Perawatan mulut dilakukan dengan mempraktekkan instruksi berikut:
2. Pilihlah sikat gigi yang berbulu halus, permukaan datar dan kepala sikat kecil.
3. Gunakan dental gloss (benang gigi) sedikinya satu kali sehari.
4. Gunakan pencuci mulut anti plak yang mengandung antibiotik (vancomycin), enzim (destronase) dan antiseptik (chlor hexidine 0,1 %).
5. Untuk anak yang masih kecil dan belum dapat menggunakan sikat gigi dengan benar, dapat digunakan kain pembersih yang tidak terlalu tipis untuk membersihkan bagian depan dan belakang gigi, gusi serta lidah. Cara mempergunakan yaitu dengan melilitkan pada jari kemudian digosokkan pada gigi.
6. Kunjungi dokter gigi sedikitnya 6 bulan sekali atau bila mengalami pengelupasan gigi, luka oral yang menetap lebih dari dua minggu atau sikat gigi.
- Diet Karies dapat dicegah dengan menurunkan jumlah gula dalam makanan yang dikonsumsi. Hindari kebiasaan makan makanan yang merusak gigi (permen, coklat dan lain sebagainya) dan membiasakan mengkonsumsi makanan yang menyehatkan gigi (buah dan sayur).
- Flouridasi Flouridasi dilakukan dengan memungkinkan dokter gigi memberikan sel dental pada gigi, menambahkan floiuride pada suplai air minum dirumah, penggunaan pasta gigi yang mengandung floiuride atau menggunakan tablet, tetesan atau hisap natrium floiuride. Karies gigi dapat dihindari/dicegah apabila anak melakukan perawatan gigi dengan benar setelah mengkonsumsi makanan kariogenik.
gigi berlubang
proses karies gigi
Karies Gigi (Penyebab dan Pencegahan Karies Gigi)
Posted by Jurnal Kesehatan Gigi on Senin, 02 September 2019
KARIES GIGI
A. Pengertian Karies atau Gigi Berlubang
![]() |
| Gigi Berlubang pada Anak |
Karies
dentis merupakan proses patologis berupa kerusakan yang terbatas di jaringan
gigi mulai dari email kemudian berlanjut ke dentin. Karies dentis ini merupakan
masalah mulut uatama pada anak dan remaja, periode karies paling tinggi adalah
pada usia 4-8 tahun pada gigi sulung dan usia 12-13 tahun pada gigi tetap,
sebab pada usia itu email masih mengalami maturasi setelah erupsi, sehingga
kemungkinan terjadi karies besar. Jika tidak mendapatkan perhatian karies dapat
menular menyeluruh dari geligi yang lain (Behrman, 2002).
Karies merupakan suatu penyakit
jaringan keras gigi, yaitu Email, Dentin, dan sementum, yang disebabkan oleh
aktivitas suatu jasad renik dalam uatu karbohidrat yang dapat diragikan.(
Edwina A.M.Kidd,1992 ). Ada tiga komponen yang diperlukan yakni gigi, plak
bakteri, dan diet yang cocok. Plak bakteri sangat berperan tetapi dietlah yang
paling berperan sebagai faktor penyebab karies. ( T.R piitt ford,1993 ).
Pada tahap awal penyakit gigi ini
belum ada keluhan . atau mungkin rasa ngilu yang diabaikan . tetapi bila gigi
yang lubang tidak segera dirawat maupun dicegah dengan baik, akhirnya gigi
sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Sehingga selanjutnya dapat mengakibatkan
menurunnya angka derajat kesehatan gigi dan mulut dimasyarakat.
B. Proses Terjadinya Karies
Proses
terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak di permukaan gigi, sukrosa
(gula) dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu
yang berubah menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis
(5,5) yang akan menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi
(Suryawati, 2010).![]() |
| Karies Gigi atau Gigi Berlubang |
Secara
perlahan-lahan demineralisasi internal berjalan ke arah dentin melalui
lubang fokus tetapi belum sampai kavitasi (pembentukan lubang). Kavitasi baru
timbul bila dentin terlibat dalam proses tersebut. Namun kadang-kadang begitu
banyak mineral hilang dari inti lesi sehingga permukaan mudah rusak
secara mekanis, yang menghasilkan kavitasi yang makroskopis dapat dilihat.
Pada
karies dentin yang baru mulai yang terlihat hanya lapisan keempat (lapisan
transparan, terdiri atas tulang dentin sklerotik, kemungkinan membentuk
rintangan terhadap mikroorganisme dan enzimnya) dan lapisan kelima (lapisan
opak/ tidak tembus penglihatan, di dalam tubuli terdapat lemak yang mungkin
merupakan gejala degenerasi cabang-cabang odontoblas). Baru setelah terjadi
kavitasi, bakteri akan menembus tulang gigi.
Pada
proses karies yang amat dalam, tidak terdapat lapisan-lapisan tiga (lapisan
demineralisasi, suatu daerah sempit, dimana dentin partibular diserang),
lapisan empat dan lapisan lima (Suryawati, 2010).
Afaf Agil
Agustus 15, 2019
New Google SEO
Bandung, Indonesia












